Monday, March 21, 2011

Penetapan Korda Demokrat Alot

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/388295/
Penetapan Korda Demokrat Alot
Monday, 21 March 2011 MAKASSAR–

Penentuan koordinator daerah (korda) DPD Partai Demokrat Sulsel berlangsung alot. Informasi yang diperoleh SINDO, tarik ulur itu terjadi di wilayah Makassar karena banyak kader yang bersaing untuk menempati posisi tersebut. Sedikitnya ada tujuh kader Partai Demokrat yang mengincar posisi korda Makassar,yakni A Januar Jaury, Aerin Nizar, Asrun Tukan, Syamsu Rizal, dan Idris Manggabarani.Selain itu,Rachmat Endong Patompo dan Susuman Halim (Sugali), juga ikut bersaing. Namun, Ketua Komisi Komunikasi Publik Daerah DPD Partai Demokrat Sulsel Syamsu Rizal menepis terjadinya tarik ulur pada posisi tersebut. Namun, untuk saat ini, memang masih ada dua posisi yang belum final. Salah satunya adalah Korda Makassar. Jika semuanya sudah selesai, pihaknya akan mengumumkan komposisinya,Rabu (23/3) mendatang. “Masih ada dua korda yang belum menghadap ke Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin untuk memaparkan targetnya sehingga kami belum bisa melansir nama-namanya,” tegas mantan legislator PDK Sulsel ini kepada SINDO,kemarin.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel Andry S Arief Bulu melansir nama-nama yang ditetapkan sebagai korda. Masing-masing yakni Januar Jaury (Makassar), Ramli Haba (Gowa,Takalar,dan Jeneponto), Kahar Kantao (Bantaeng, Bulukumba,Sinjai,Selayar), Taufik Fachruddin, (Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare). Sementara Sulham Hasan diplot pada dapil Bone, Soppeng, Wajo, Nupri Basri Patellongi (Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja), dan Yusa Rasyid Ali (Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur). Meski demikian, nama-nama tersebut masih bisa berubah. Sekretaris DPD Demokrat Sulsel Irwan Patawari yang dikonfirmasi secara terpisah mengakui nama-nama tersebut sudah diplot untuk posisi korda.Namun, masih bisa berubah karena belum ditetapkan secara resmi.“Kalau Korda Makassar, telah diputuskan dijabat Pak Januar.Tapi penetapan itu bisa saja berubah sepanjang belum dikukuhkan yang dijadwalkan pada rapat pimpinan daerah (rapimda) Demokrat pada pekan ini,” ungkap anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulsel ini. Diketahui, para korda bertugas merampungkan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting. Mereka diberi target selama tujuh bulan untuk menyelesaikan musyawarah cabang (muscab) dan musyawarah anak cabang (musancab). 

Jabatan korda merupakan posisi strategis partai.Posisi korda bisa menjadi pintu awal untuk menjadi ketua DPC karena menjadi penanggung jawab konsolidasi organisasi. Selain itu, korda bertanggung jawab langsung kepada Ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin. Pusbakum DPC Sementara itu, Divisi Hukum dan Advokasi Daerah DPD Partai Demokrat Sulsel mengusulkan pembentukan Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) disetiap DPC.Kehadiran lembaga tersebut diharapkan untuk memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan. “Pusbakum akan menjadi tempat masyarakat, khususnya bagi masyarakat tak mampu dalam mendapatkan bantuan hukum,” ujar Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Daerah DPD Partai Demokrat Sulsel Djamaluddin Rustam. Politisi berlatar belakang pengacara ini menambahkan, program pusbakum akan menyentuh seluruh 24 kabupaten/ kota dan akan diurus oleh kader-kader sebagai bentuk pendampingan masyarakat yang mengalami masalah hukum. mulyadi abdillah

Thursday, February 24, 2011

Ilham Beber Strategi Pilgub dan Pemilu

Home » Politik

Kamis, 24 Februari 2011 | 00:43:36 WITA | 585 HITS
http://www.fajar.co.id/read-20110224004336-ilham-beber-strategi-pilgub-dan-pemilu

Ilham Beber Strategi Pilgub dan Pemilu


MAKASSAR -- Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Sulsel. Di bawah kendali Ilham Arief Sirajuddin, Demokrat mulai menyusun kekuatan. Selain menjelang pilgub Sulsel 2013 mendatang, juga menjelang agenda politik akbar, Pemilu 2014.

Di Hotel Clarion, Kamis hari ini, DPD Demokrat Sulsel melakukan konsolidasi perdana pasca pelantikan. Rapat pleno yang akan digelar malam hari, akan menggodok kesiapan sistem dan struktur partai menghadapi berbagai ajang politik.

Ketua Informasi Publik DPD Demokrat Sulsel Syamsu Rizal mengatakan, Ketua Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin dalam pertemuan ini akan memperkenalkan diri secara langsung kepada pengurus yang diundang. Wali Kota Makassar ini juga akan menyampaikan visi dan strateginya menghadapi even politik mendatang. Baik pilgub Sulsel maupun pemilu 2014.

"Rapat Pleno diikuti 20 pengurus harian terbatas, 10 divisi dan 21 bidang. Total 296 peserta. Pak Ilham akan memanfaatkan even ini memperkenalkan diri dihadapan para pengurus," ungkap lelaki yang akrab disapa Ical ini malam tadi.

Pleno akan dilanjutkan rapat konsolidasi masing-masing divisi dan bidang sehingga dapat segera menyusun program kerja dan strategi yang mengerucut pada visi dan misi partai.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut mantan anggota DPRD Makassar dari Fraksi PDK ini, akan menjadi ajang interaksi awal Demokrat Sulsel, termasuk membahas strategi merebut simpat minimal 30 persen masyarakat.

Oleh karena itu, Demokrat harus menjadi partai yang mampu menyelami keinginan masyarakat. Partai ini bertekad mewujudkan mimpi masyarakat Sulsel dengan menampilkan sosok partai yang santun, cerdas, dan kreatif.

Ical menambahkan, Ilham akan meminta agar seluruh mesin politik Demokrat bisa digerakkan sehingga jajaran pengurus bisa bekerja keras secara kreatif dan santun serta siap menghadapi segala tantangan. (die)

Wednesday, February 23, 2011

Perusak Obyek Pariwisata Didenda Rp.5 juta

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=62101
Rabu, 23-02-2011 
Perusak Obyek Wisata Didenda Rp5 Juta

Wakil Ketua Pansus Ranperda Pariwisata, Aerin Nizar
MAKASSAR, UPEKS--Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pariwisata rencananya akan mencantumkan sejumlah sanksi. Seperti denda bagi wisatawan yang melakukan kerusakan terhadap pelestarian alam dan lingkungan di lokasi wisata. Sanksinya berupa denda sekira Rp5 juta.
Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Ranperda Pariwisata, di ruang panitia anggaran tower DPRD Sulsel, Selasa (22/2) kemarin.
Ketua Pansus Ranperda Pariwisata Kadir Halid menjelaskan, tidak menutup kemungkinan dalam Ranperda akan diatur soal sanksi berupa denda tersebut.
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga sarana dan prasarana di obyek wisata.
"Saya kira bukan tidak mungkin jika ada wisatawan yang merusak sarana dan prasarana di obyek wisata. Sanksinya kemungkinan tidak berat," ucapnya.
Sanksi denda ini, lanjut Anggota Komisi D tersebut, bertujuan bukan untuk menakutkan wisatawan, namun memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam di seluruh komponen wisata.
"Kalau di Undang-undang memang berat, hukumannya yakni 7 tahun dan denda Rp1 miliar. Kita disini paling tinggi hanya sekira Rp5 juta. Itu hanya untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan oleh wisatawan," ujarnya.
Wakil Ketua DPD II Golkar Sulsel ini juga menjelaskan, untuk sosialisasi Perda dan sanksinya akan dibuatkan papan bicara di lokasi-lokasi wisata.
Rapat pembahasan Ranperda Pariwisata diakui Kadir Halid tidak mengatur undang-undang perlindungan situs atau cagar budaya. Pasalnya, untuk peraturan perlindungan cagar budaya ini, rencananya dibahas secara terpisah atau akan dibuatkan regulasinya sendiri.
Hal yang sama juga diungkapkan Kabag Peraturan dan Perundang-undangan Biro Hukum dan HAM Pemprov Sulsel, M Yusran. Menurutnya, Ranperda dimungkinkan akan memuat ketentuan sanksi berupa denda dan pidana.

Namun, sanksi itu hanya merupakan instrumen sebagai pengendalian atas hal-hal yang terkait dengan yang bersifat larangan perintah dan kewajiban dalam peraturan daerah yang terkait penyelenggaraan kepariwisataan. "Dengan ancaman pidana diharapkan seluruh komunitas yang terkait dengan kepariwisataan dapat taat. Saya harapkan perda ini nantinya bisa efektif. Sehingga bisa sejalan dengan kewenangan provinsi," ucapnya.

Sejalan dengan lingkup kewenangan provinsi yang bersifat koordinasi, pembinaan dan fasilitasi, menurut Yusran, secara cermat diketahui hal-hal apakah yang diatur dalam Ranperda ini yang mengatur dengan kewenangan provinsi.
"Dengan demikian, dalam aspek mana saja, setiap orang, pengusaha maupun wisatawan ada penegasan-penegasan tentang apa yang menjadi hak dan kewajibannya" ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Pansus Pariwisata, Aerin Nizar mengaku, kemungkinan Ranperda Pariwisata ini akan diparipurnakan Jumat (25/2) pekan ini. Pasalnya, Ranperda ini masih akan melalui tahapan pembahasan di tingkat Fraksi dan unsur Pimpinan


Monday, February 21, 2011

Biro Perempuan Demokrat Rapat Barisan

Home » Politik
http://www.fajar.co.id/read-20110220234603-biro-perempuan-demokrat-rapatkan-barisan

Senin, 21 Februari 2011 | 23:46:03 WITA | 485 HITS

Biro Perempuan Demokrat Rapatkan Barisan


Wednesday, February 9, 2011

Sulsel Bahas Kawasan Strategis Pariwisata

 http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/02/sulsel-bahas-kawasan-strategis-pariwisata/
Oleh Muhlis Dachlan on Wednesday, 9 February 2011

MAKASSAR: Pemprov  Sulawesi Selatan diharapkan mengatur penataan kepariwisataan dalam bentuk kawasan strategis dalam rancangan peraturan daerah. Kawasan itu nantinya melingkupi beberapa kabupaten di mana selama ini perkembangan pariwisata hanya diatur di tingkat kabupaten/kota saja. Wakil ketua panitia khusus Perda Pariwisata DPRD Sulsel Aerin Nizar mengatakan kawasan strategis ini nantinya mengacu pada potensi daerah dan juga kawasan strategis sejalan dengan kosep kepariwistaan nasional. “Saat ini yang tercatat di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata  kawasan yang menjadi destinasi wisata berdasarkan peta sumberdaya adalah Makassar, Bulukumba, Maros, Sengkang, Toraja, Enrekang dan Palopo,” ujarnya di sela-sela rapat kerja pembahasan perda, hari ini. Dia mengatakan ke depan kawasan destinasi itu bisa dijadikan satu kawasan strategis pariwisata Sulsel, atau menambah kawasan baru berdasarkan potensinya. “Penetapan kawasan itu akan ditetapkan melalui peraturan gubernur, namun tetap memperhatikan konsep nasional dari kementerian,” tukasnya.

Anggota pansus Andi Januar Jauri Darwis mengatakan pemerintah aderah harus memperjelas kriteria kawasan startegis pariwisata, dengan mengacu pada rencana nasional Kemenbudpar. “Selain itu, harus ada sinergi dari sisi anggaran, dan mencau pada rencana nasional maka anggaran kawasan strategis bisa juga berasal dari APBN,” ujarya. Kepala Dinas Pariwisata Suaib Mallombasang mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi antara daerah untuk mendukung terwujudnya kawasan strategis ini, sehingga agenda pariwisata Sulsel bentuk dan ciri khasnya bisa lebih menonjol. “Kami akan melihat potensi kawasan berdasarkan prospek pariwisata, sosial dan budaya daerah, sehingga konten dari kawasan strategis bisa sejalan dengan perencanaan nasional,” tukasnya. Dia mengatakan penetapan kawasan strategis ini akan diamanahkan ke dalam pergub setelah Perda Pariwisata ditetapkan melalui paripurna. (mw) Popularity: unranked [?]

Tuesday, January 11, 2011

Infrastruktur Rappocini Dibenahi

http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=47147 
Infrastruktur di Rappocini Dibenahi


BKM--Kabar gembira untuk masyarakat di Kelurahan Rappocini, dalam waktu dekat sejumlah infrastruktur akan mendapat perhatian pemerintah. Termasuk fasilitas jalan akan diperbaiki dalam waktu tidak lama lagi. Hal itu disampaikan anggota DPRD Sulsel, Aerin Nizar, saat menggelar temu konstituen di Rumah Makan Pualam, Minggu (9/1)kemarin.

Hadir dalam pertemuan itu, Lurah Rappocini, Drs Ayyub dan sejumlah warga Kelurahan Rappocini. "Kita akan memperjuangkan agar infrastruktur yang ada di Rappocini bisa diperbaiki. Termasuk jalan yang ada di depan kantor kelurahan," ujar Aerin. Sementara itu, Lurah Rappocini, Drs Ayyub menyambut baik perhatian anggota DPRD Sulsel itu. Menurutnya, sudah menjadi tugas dari para legislatif untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat. " Tidak hanya perbaikan jalan yang akan dibenahi, kami juga dijanjikan perbaikan lampu jalan, posyandu dan lainnya," tandasnya. (M2/C)

Thursday, December 23, 2010

Giliran Demokrat Berburu Kepala Daerah

 http://202.146.4.121/read/artikel/142331/sitemap.html 

Giliran Demokrat Berburu Kepala Daerah

Kamis, 23 Desember 2010 | 02:44 WITA
Makassar, Tribun - Setelah Golkar sibuk "menguningkan" kepala daerah (bupati-wakil bupati), giliran Partai Demokrat Sulsel yang berusaha "membirukan" pada kepala daerah di daerah ini.
Bedanya, jika Golkar menggaet bupati, maka Demokrat lebih condong memboyong wakil bupati ke dalam naungan "langit biru".

Ketua Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin tidak menampik jika akan merangkul sejumlah kepala daerah aktif untuk mengisi komposisi kabinetnya. Mereka yang akan menjadi pengurus DPD I Partai Demokrat Sulsel mayoritas menjabat sebagai wakil bupati maupun mantan pejabat.
"Ada beberapa memang yang sedang kami bahas. Tetapi nantilah, itu masih rahasia," kata Wali Kota Makassar ini ditemui di kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu  (22/12).

Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal duduk di pengurus Demokrat Sulsel di antaranya Wakil Bupati Soppeng Aris Muhammadia, Wakil Bupati Bone Said Pabokori, dan lainnya.Selain itu, mantan pejabat seperti mantan Asisten II Pemprov Sulsel Sulham Hasan yang juga mantan calon Bupati Soppeng juga dikabarkan ke Demokrat. Selain itu, mantan Calon Bupati Gowa Maddusila Andi Idjo secara terbuka menyatakan keinginannya masuk ke Demokrat.

Ilham juga memastikan komposisi kepengurusan Demokrat Sulsel akan dituntaskan dalam pekan ini. Menurutnya, dari rapat awal formatur setidaknya mayoritas posisi strategis maupun jabatan lainnya sudah terisi. "Rapat awal formatur paling tidak sudah pada posisi nama terisi di semua struktur. Kita sisa memberi waktu sepekan melihat apakah posisi tersebut sudah pas. Apakah sudah sesuai kapasitas kader. Memang beban yang berat bagaimana mengakomodasi semua," ujar mantan Ketua DPD Golkar Sulsel ini.
Informasi Tribun, menyebutkan, posisi strategis kepengurusan tidak mengalami banyak perubahan kecuali untuk posisi ketua majelis pertimbangan daerah (MPD), sekretaris DPD I, bendahara, serta badan pemenangan pemilu (bappilu).

Untuk Ketua MPD bakal dijabat mantan rival Ilham di Musda Demokrat Sulsel Andi Nawir Pasinringi yang akan berduet dengan Haedar Madjid. Posisi sekretaris dijabat Irwan Pattawari menggantikan Haedar dan dua posisi wakil ketua tetap dijabat Andry Arief Bulu serta Ni'matullah. Bendahara akan diisi Jeffrey Eugene sedangkan posisi wakil sekretaris ditempati Sekretaris DPC Demokrat Enrekang Asrun Tukan dan Aerin Nizar. Sedangkan Ketua DPC Makassar Andi  Januar Jaury Darwis berpeluang menempati ketua bappilu.
Ilham tidak menampik komposisi kepengurusan itu. Namun, ia mengaku hingga kemarin, penempatan posisi itu belum final.
"Kenapa bisa tepat sekali itu. Dari mana," kelakar Aco, sapaan akrab Ilham. "Belum final. Jadi di posisi strategis seperti sekretaris, wakil ketua, maupun biro pemenangan ada empat nama kader. Itu saja yang berputar-putar," ujarnya menambahkan.
Jadwal pelantikan Ilham bersama seluruh kepengurusan dijadwalkan berlangsung Januari 2011 nanti. Sedangkan, DPD Demokrat menargetkan menuntaskan konsolidasi organissi dan pelaksanaan musda se-Sulsel hingga Juli nanti.
"Jadwal pelantikan lagi menyesuaikan. Kemungkinan Januari. Setelah itu, kita target sampai bulan enam konsolidasi termasuk pemilihan ketua," jelasnya.(axa/bie)

Syahrul: Saya Sering SMS-an dengan Aco
KETUA Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin dalam kapasitas sebagai Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Makassar bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Pasca dikabarkan kerap berseberangan, pertemuan tokoh Sulsel ini sudah terjadi kesekian kalinya.
Sama dengan jumpa sebelumnya, Syahrul-Ilham kembali menunjukkan kemesraan.
Selama sekitar 30 menit, Ilham rela menunggu Syahrul di depan ruangan kerjanya yang di saat bersamaan menerima rombongan pengurus KTNA Sulsel. Aco, sapaan akrab Ilham pun terlihat enjoy duduk di pos Satpol PP yang berada tepat di sebelah kanan pintu ruang kerja Syahrul sambil bercerita dengan sejumlah pengurus HDCI. Di awal bertemu keduanya terlihat salam komando yang langsung dibarengi cipika-cipiki. Begitupun, ketika akhir pertemuan. Audiensi yang dihadiri pengurus HDCI ini berlangsung sangat cair.
Senyum mengembang terus tersungging di bibir Syahrul-Ilham. Candaan sampai banyolan kerap terlontar dari Syahrul, Ilham, dan lainnya. Syahrul-Ilham yang dikabarkan bakal bersaing di pemilihan gubernur (pilgub) 2012 nanti pun lebih banyak saling menyanjung. Selama perbincangan Ilham pun tampak santun. Sesekali menunduk, dengan tangan menelungkup di depan paha.

"Sulsel di mata nasional tren bagus. Ini berkat Pak Wali dan Pak Bupati. Kita semua bekerja. Pak Aco jangan ragu-ragu dengan saya, tidak ada masalah. Saya juga sebaliknya. Pak Ilham begitu sayapun begitu," kata Syahrul. "Saya sama Pak Wali tiap saat komunikasi, saling SMS-an. Itu- mi enaknya di Harley (HDCI) tidak ada politik. Tidak ada Golkar atau Demokrat. Semua sama," lanjut Syahrul berkelakar. Ilham pun tak kalah menyanjung Ketua Golkar Sulsel itu. "Yang jelas kalau sudah ada Pak Gubernur semua pasti aman. Pastinya, kami sebagai penyelenggara tidak akan mengecewakan Pak Gubernur," kata Ilham.(aqsa riandy)

Berebut Kepala Daerah
* digaet golkar:
- Bupati Luwu Andi Mudzakkar (dari PBB)
- Bupati Sidrap Rusdi Masse (dari PBB)
- Bupati Wajo Andi Burhanuddin (dari birokrat)
- Bupati Selayar Syahrir Wahab (dari birokrat)
* diincar demokrat:
- Wakil Bupati Soppeng Aris Muhammadia (dari PBR)
- Wakil Bupati Bone Andi Said Pabokori (dari birokrat)
- Mantan kandidat Bupati Gowa Andi Maddusila Itjo (dari birokrat)
- Mantan kandidat Bupati Pangkep M Taufik Fachrudin (dari PPP)
- Mantan kandidat Bupati Maros Nurhasan (daro PBR)
- Mantan kandidat Bupati Soppeng Sulham Hasan (dari birokrat)

Monday, December 20, 2010

Wakil Bupati Soppeng ke Demokrat

http://202.146.4.121/read/artikel/141888/sitemap.htmlHome / Tribun Politik  /
Share |    inc dec

Wakil Bupati Soppeng ke Demokrat
Andi Nawir Ketua MPD, Irwan Pattawari Sekretaris DPD, Andry-Ni’matullah Tetap Wakil Ketua
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Simpatisan Partai Demokrat memegang bendera partai.

Senin, 20 Desember 2010 | 10:17 WITA

Makassar, Tribun - Sejumlah wakil bupati aktif di Sulsel disebut-sebut resmi melamar sebagai pengurus Partai Demokrat Sulsel. Nama Wakil Bupati Soppeng Aris Muhammadia hampir dipastikan menempati posisi sebagai pengurus harian di kabinet Ketua Demokrat Sulsel terpilih Ilham Arief Sirajuddin. Sebelum terpilih sebagai wakil bupati, Aris tercatat sebagai Ketua DPC PBR Kota Makassar sekaligus Anggota DPRD Makassar dari partai pecahan PPP ini.

Masuknya nama Aris sebagai fungsionaris Demokrat Sulsel  dibenarkan Anggota Formatur yang juga Ketua DPC Demokrat Wajo, Rahman dan mantan Master Campaign (MC) Ilham, Asrun Tukan, yang dikonfirmasi terpisah, Minggu (18/12).

Thursday, December 9, 2010

Golkar Rebut Tiga Pimpinan

Kamis, 09-12-2010
Share |
Golkar Rebut Tiga Pimpinan

MAKASSAR, BKM -- Fraksi Partai Golkar kembali mendominasi pimpinan panitia khusus (pansus) untuk pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di DPRD Sulsel. FPG merebut ketua pansus Ranperda Kode Etik, Ranperda Pengelolaan Pangan dan Ranperda Kepariwisataan.
Dalam rapat pemilihan pimpinan pansus yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andi Akmal Pasluddin (FPKS) dan Ashabul Kahfi (FPAN), peserta rapat sepakat FPG memimpin ketiga pansus itu. Sementara FPKS, FPAN, dan FPG hanya kebagian wakil ketua pansus.

Untuk Pansus Kode Etik, FPG menunjuk Adjiep Padindang sebagai ketua, Pansus Pengelolaan Pangan, Hoist Bachtiar dan Pansus Kepariwisataan, HA Kadir Halid. Untuk Wakil Ketua Pansus Kode Etik dijabat Amru Saher (FPKS), Pansus Pengelolaan Pangan, Usman Lonta (FPAN), dan Aerin Nizar dari FPD untuk Pansus Kepariwisataan.

Menurut Andi Akmal, pansus ini untuk membahas ketiga ranperda tersebut. "Ranperda ini bertujuan untuk mendapatkan payung hukum, khususnya di bidang kepariwisataan. Pengembangan kepariwisataan di Sulsel kurang maksimal, jika tanpa dibarengi dengan payung hukum," ungkap Ketua Pansus Kepariwisataan, HA Kadir Halid. 

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Kode Etik, Amru Saher,memastikan bahwa draf Ranperda Kode Etik akan membahas semua yang berhubungan dengan aktifitas 75 anggota DPRD Sulsel. "Mulai hubungan antar eksekutif dengan legislatif, sesama anggota DPRD Sulsel maupun Tata Tertib bagi anggota Dewan," katanya.

Wednesday, December 8, 2010

Kumpulkan Pengurus DPD

http://202.146.4.121/read/artikel/139986
Kumpulkan Pengurus DPD
SELASA, 7 DESEMBER 2010 | 02:52 WITA


ILHAM Arief Sirajuddin menggelar pertemuan dengan kalangan pengurus DPD Partai Demokrat Sulsel (demisioner) di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/12) malam. Sempat beredar kabar pertemuan tersebut sekaligus menjadi rapat formatur untuk membahas kepengurusan DPD Partai Demokrat Sulsel periode 2010-2015. Namun Master Campaign Ilham di Musda Demokrat, Asrul Tukan, menyebut pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa antara Ilham sebagai ketua terpilih dengan pengurus DPD Demokrat Sulsel. "Ini hanya silaturahmi. Pak Ilham ingin berdiskusi dengan teman-teman DPD yang sudah membesarkan partai ini pada periode 2005-2010. Sebagian besar teman-teman dari DPD hadir. Tapi tidak ada disinggung soal komposisi pengurus" kata Asrul yang juga Sekretaris DPC Partai Demokrat Enrekang.

Di antara yang hadir adalah Wakil Ketua DPD Andry Arief Bulu, Irwan Patawari, dan Nikmatullah. Dari jajaran sekretaris hadir Haidar Majid bersama Suwarno. Hadir pula Yusa Ali, Jamaluddin Rustam, Sewang Taman, dan Aerin Nizar. "Hanya Pak Syamsul Mappareppa (plt Ketua DPD Demokrta Sulsel) yang tidak hadir karena ada urusan penting di Jakarta. Pak Ilham rindu dengan teman-teman ini," tambah Asrul yang juga Sekretaris DPC Partai Demokrat Enrekang.