http://indotim-news.com/index.php?p=isib&id=727
03 Sep 2012 16:26
Makassar --
Anthrax merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakter
Bacillus Antracisbersifat ganas dan menyerang ternak sapi, kerbau,
domba, kambing, kuda, babi,burung unta serta hewan lainnya seperti
tikus, marmut, mencit dll dapat menular 90 % lebih cepat lewat kulit dan
Spora (Bakteri yang terbang) terhadap manusia dan hewan.
Wabah anthrax sudah ada di Kabupaten Maros Provinsi Sulsel sejak tahun
1985 Maret,2010 dan 2011 dan kembali lagi mewabah tahun 2012 pertengahan
Juli lalu.
Berdasarkan laporan dari warga maros yang resah akibat adanya indikasi
sapi hewan ternak mereka terjangkit penyakit mematikan tersebut.Akhirnya
rombongan legislatif DPRD Provinsi Sulsel komisi B di dampingi Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel melakukan kunjungan kerja ke
lokasi dimana daerah yang terjangkit anthrax.
.Sebanyak 6 orang anggota DPRD Sulsel Komisi B melakukan Kunjungan kerja
ke kabupaten Maros Desa Tellung Poccoe kecamatan Marusu dusun pallusu.
Staf Dinas perikanan,Kelautan,dan Peternakan Drh Ujistiyani Abidin
Kabupaten Maros dalam presentasinya didepan rombongan yang dipimpin oleh
ketua Komisi B Aerin Nizar didampingi oleh kepala UPTD Diagnosti Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel Drh Intizaman.
Dalam pemaparan Drh Ujistiyani Abidin sudah ada 8 ekor sapi yang positif mati terjangkit Anthrax.
"Asal mula terjadinya penyakit anthrax dimulai di Desa marumpa. Salah
seorang warga yang punya sapi mati semua sebnyak 16 ekor meskipun ada
beberapa sapi yang masih sempat di jual juga"paparnya.
Kata dia tgl 20 July ada laporan dari warga akhirnya bersama dengan staf
dinas peternakan berinisiatif untuk mengambil paru-paru dan telinga
sapi tersebut tepatnya di Dusun ta'bampang akhirnya Samplepun di uji dan
positif terjangkit Anthrax.
Salah seorang Warga yg bernama Dg Hasan membakar seekor sapi pada
tanggal 21 lanjut pada tanggal 23 mati 3 ekor hingga 8 ekor sapi yang
mati karena Anthrax data yang dihimpun setelah dilakukan pengujian
laboratorium di Dinas terkait.
Tgl 23 sblm hasil lab keluar warga melapor dan tim dari laboratorium
melakukan pengobatan selama 3 hari namun kembali hari ini pekan lalu 1
ekor Sapi mati lagi
Mulai pertengahan juli 56 ekor sapi terindikasi Anthrax dan ada 2 desa
yang di duga terjangkit Anthrax yakni tellupoccoe yang sudah di ketahui
lebih dulu sedangkan Desa Marumpa sendiri yang tidak melapor ke Dinas
perikanan,Kelautan dan Peternakan di Kabupaten Maros.
Hingga saat berita ini di turunkan bantuan dari dinas peternakan dan
kesehatan Hewan provinsi sulsel hanya memberikan anti biotik dan vaksin
sedangkan Dirjen Keswan memberikan obat-obatan yang menurut staf dan
relawan bantuan tersebut tidak mencukupi karena tidak sesuai dengan
jumlah sapi yang ada.
"Hanya 18 ribu Vaksin dari Pemprov Sedangkan kita di Kabupaten Maros
membutuhkan lebih itu artinya jumlah vaksin dan jumlah ternak tidak
seimbang"urainya
Kasus Anthrax ini sudah yang ke-6 kalinya terjadi di kabupaten Maros dan
di khawatirkan penyakit ini akan mewabah keseluruh kabupaten di Sulsel.
Imbar Ismail mempertanyakan anggaran obat-obatan karena setiap tahunnya di anggarkan.
Kepala seksi Kesehatan Hewan Kabupaten Maros Isdarjid Majid mengatakan
"Kami selalu mengusulkan vaksin yang lebih dari dinas Peternakan Pemprov
namun hingga saat ini belum cair juga,kami sangat berharap DPRD
menganggarkan dana sosialisasi penyakit antrax ini"Harapnya.
Buhari Kahar Mudzakkar dan Yusa Rasyid Ali pun mengatakan tugas
pemerintah untuk sosialisasi memberikan penyadaran dan ilmu terkait
bahayanya penyakit menular anthrax tersebut.
"Pemerintah harus berinisiatif melakukan dekteksi secara dini dengan
membuatkan sistem deteksi untuk pencegahan penyakit tersebut"kata
mereka. Peternakan Provinsi Sulsel
Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi B Aerin Nizar saat memberikan
keterangan persnya mengatakan ada 2 masalah yakni vaksin yang tidak
cukup dan yang kedua kurangnya kesadaran pemilik ternak dan tidak adanya
tindakan presentif dari warga terkait penyakit Anthrax ini.
" Kami dari rombongan komisi B berharap kejadian ini tidak terjadi di
kabupaten lain,kami juga akan melakukan rapat komisi dengan memanggil
semua pihak-pihak terkait bagaimana menanggulangi dan mencegah
mewabahnya penyakit mematikan ini sebelum lebaran Idul Adha tiba"
imbuhnya di Kabupaten Maros Desa Tellupeccoe kecamatan Marusu
Sulsel.(Nina/Ishak)
No comments:
Post a Comment