Friday, September 27, 2013

DPRD Sulsel Jamin, Harga Ayam Potong Normal Akhir Pekan Ini


http://www.celebesonline.com/2013/09/26/dprd-sulsel-jamin-harga-ayam-potong-normal-akhir-pekan-ini.htm

Kamis, 26 Sep 2013 - 21:02 wita

Reporter: Akhmad Arthur (CELEBES TV) |  Editor:  - celebesonline.com 113 Views
Aerin Nizar  (Foto: Abbas Sandji)
CELEBESONLINE (Makassar): Pihak DPRD Sulsel menjamin masalah kelangkaan ayam potong yang mengakibatkan harga ayam potong melambung tinggi di Kota Makassar, akan segera teratasi. Paling cepat besok, Jumat (27/09/2013).
Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Sulsel memberi jaminan pasokan ayam potong di Kota Makassar akan segera normal setelah mendapat penjelasan dari dinas peternakan Kota Makassar serta setelah bertemu dengan peternak dan pedagang ayam potong di Makassar. Komisi B DPRD Sulsel menegaskan, salah satu penyebab kelangkaan ayam potong di Makassar karena kesalahpahaman antara peternak dan pedagang ayam sehingga distribusi ayam potong tidak bisa berjalan lancar ke Kota Makassar. Umumnya pasokan ayam potong berasal dari luar Kota Makassar.
“Kami sudah bertemu dengan banyak pihak, sehingga kami mendapat jaminan pasokan ayam potong kembali normal, besok,” kata Ketua Komisi B DPRD Sulsel Aerin Nizar kepada CELEBES TV, Kamis (26/09/2013).
Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel Imbar Ismail menegaskan akan melakukan sidak ke peternak ayam potong guna mencegah adanya permainan harga yang dilakukan peternak.
Sepekan terakhir, harga ayam potong menembus Rp 50 ribu per ekor. Harga ayam kembali melambung karena sejumlah penjual ayam potong melakukan mogok berdagang karena kekurangan pasokan.(*)

Saturday, September 21, 2013

Aerin Nizar Tawarkan Program Ril di Masyarakat


http://beritakotamakassar.com/index.php/politik/10309-tawarkan-program-ril-di-masyarakat.html

Aerin Nizar
HAJATAN politik Pemilu Legislatif (Pileg) sudah didepan mata, tepatnya April 2014 tahun depan. Para Calon Legislatif (Caleg) dari 12 Partai Politik (Parpol) mulai turun gunung melakukan sosialisasi terkait dengan pencalonan mereka di Pileg.

Berbagai program pun mereka tawarkan. Ada perbaikan jalan lingkungan, membantu petani dan nelayan, memerhatikan kaum perempuan hingga pada persoalan sosial kemasyarakatan. Semuanya akan menjadi skala prioritas jika mereka terpilih dan siap mewujudkan janji politik yang mereka sampaikan saat kampanye. 


Tapi bagi politisi Partai Demokrat Sulsel Aerin Nizar agak sedikit berbeda. Dirinya tidak ingin menawarkan program dalam bentuk janji. Tapi dia menawarkan program yang ril dan langsung dinikmati oleh masyarakat. Aerin menawarkan program usulan sebagai bukti keseriusannya untuk mewakili masyarkat di parlemen 'Program Saya Nyata Bukan Janji' kepada warga Kota Makassar ke depan.  

Wanita kelahiran Makassar 3 Maret 1975 ini maju lewat Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel meliputi Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea dan Biringkanaya. 
Ibu dari tiga orang putra dan 

putri ini mendapat nomor urut 1 bersama legislator Partai Demokrat Makassar Haidar Madjid. Di 
Pileg, dia berjanji akan all out agar bisa merebut satu kursi dari 15 kursi yang diperebutkan.
''Saya sangat optimis bisa mendapatkan dukungan masyarakat untuk kembali ke parlemen,'' tandasnya.

Kiprah Aerin di pentas politik tidak hanya sebatas di Sulsel saja, tapi sudah membuktikan diri di dunia internasional. Pada tahun 2011, melalui seleksi ketat, AusAID memilihnya unyuk mewakili Indonesia menjalani pendidikan politik di Australian Natioal University, Canberra.
Selanjutnya pada akhir tahun 2012 ditengah kesibukannya sebagai legislator di parlemen Sulsel, Aerin kembali diminta oleh lembaga internasional USAid dan IRI untuk menjadi trainer dalam sebuah workshop politik bagi legislatif perempuan Kamboja di Phnom Penh, Kamboja.
Bagi Master of Human Resource Managemen Unhas dan Alumni S1 Sosek Pertanian Unhas, ini keterlibatannya disejumlah bentuk perjuangan untuk masyarakat kecil menjadi perhatiannya di 

Parlemen.

Bahkan Aerin yang juga Ketua Komisi B DPRD Sulsel bidang Perekonomian juga pernah menjadi 

ketua pansus Perda penyelenggaraan Perlindungan Konsumen. "Banyak hal yang diperjuangkan dalam perda perlindungan konsumen"ujar sekretaris Fraksi demokrat DPRD Sulsel ini. Bagi alumni SMA Negeri 1 Makassar tahun 1993,SMP katolik Rajawali 1990 dan SD Negeri Mangkura Makassar 1987 ini selain fokus menjadi wakil rakyat, juga tetap menimba ilmu di Unhas. "Saya sekarang mengambil program Ilmu Pertanian di pasca Sarja Unhas"ujar kandidat  Doktor ini. Di Partai Aerin menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulsel pada periode yang dipimpin oleh Ilham Arief Sirajuddin.

Tuesday, September 10, 2013

DPRD Sayangkan Proyek Moko Mangkrak


SENIN, 09 SEPTEMBER 2013

MAKASSAR -- Ketua Komisi B bidang Ekonomi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Sulawesi Selatan Aerin Nizar menyayangkan produksi mobil toko moko tidak dilanjutkan. Dia menilai program Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan itu cukup bagus. 
Kami sayangkan moko sangat membantu pelaku usaha kecil dan menengah kata Aerin kepada Tempo Jumat pekan lalu. Anggaran program ini dikembalikan Aerin mengaku tidak mengetahui alasannya. Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan itu...

Thursday, September 5, 2013

Inflasi Sulawesi Selatan Dinilai Mengkhawatirkan


RABU, 04 SEPTEMBER 2013
http://koran.tempo.co/konten/2013/09/04/320541/Inflasi-Sulawesi-Selatan-Dinilai-Mengkhawatirkan



MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar meminta pemerintah Sulawesi Selatan menekan inflasi seiring dengan lonjakan harga berbagai kebutuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan inflasi Sulawesi Selatan periode Agustus mencapai 1,12 persen atau jauh dari inflasi nasional pada periode sama sebesar persen. 

Inflasi Sulawesi Selatan mulai mengkhawatirkan kata Aerin Nizar Ketua Komisi Bidang Ekonomi Dewan Sulawesi Selatan di kantornya kemarin Menurut Aerin pemerintah Sulawesi Selatan harus mengevaluasi lonjakan harga...


Anda harus berlangganan Deposit Arsip untuk membaca artikel-artikel di edisi Arsip Tempo. KlikDISINI untuk berlangganan Arsip.

Tuesday, September 3, 2013

Pilwali Makassar : DIA "Sihir" Ribuan Simpatisan di Hertasning


Senin, 2 September 2013 19:34 WITA
Aerin Nizar  (Ketujuh dari kiri), wakil sekretaris DPD Demokrat Sulsel dalam Kampanye Akbar Cawalkot Makassar

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Kontestan Pilwali Makassar 2013 nomor urut 8, Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) orasi berapi-api di lapangan Hertasning, Makassar, Senin (2/9/2013). Duet yang mempopulerkan tagline Anak Lorongna Makassar ini menyihir ribuan simpatisan mereka yang memadati lapangan tersebut.


"Kita berkumpul di sini demi masyarakat Kota Makassar tambah baik, Pak Ilham telah meletakkan pembangunan yang luar biasa, inilah saatnya Anak Lorongna Makassar memimpin Makassar. Nomor delapan anka kemenangan DIA," kata Danny dengan suara tinggi. Serempak, ribuan simpatisan pekik,"DIA pilihanku."


Giliran Deng Ical sapaan Syamsu Rizal orasi,"kita jadikan Makassar dua kali tambah baik. Inilah era Anak lorongna Makassar memimpin. Kita lanjutkan pembangunan kota ini dari lorong. DIA masa depan baru Makassar," seru Deng Ical, sontak disambut teriakan ribuan simpatisan DIA,"pilih anak lorong."


DIA tampil menyeru ribuan simpatisan menyusul jurkam mereka. Jurkam DIA, yakni Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Yusril Ihza Mahendra, Elite DPP Demokrat Ruhut Sitompul, Ketua Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin yang juga wali kota Makassar.


Selanjutnya, anggota DPR RI Jafar Hafsah, selebriti Donny Kusuma, Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali (ARA), legislator Demokrat Sulsel Aerin Nizar, dan sejumlah jurkam DIA lainnya.


"Pasangan ini yang mampu membawa Makassar lebih baik, jangan pilih sembarangan. Kita ingin buat Makassar jauh lebih baik. Untuk itu pilih DIA, Makassar lebih baik," kata Yusril yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM RI.


Ruhut Sitompul yang juga pengacara kondang nasional,"pasangan DIA adalah pasangan bersih, punya kemampuan melanjutkan pembangunan yang selama ini dirintis Pak Ilham. Pak SBY mengutus saya ke sini demi DIA, demi Makassar lebih baik, makanya pilih DIA, nomor delapan," kata Bang Poltak sapaan Ruhut Sitompul dengan suara tinggi.


Kampanye DIA berlangsung seru. Selain orasi, Ilham, Yusril, Ruhut tampil menghibur ribuan simpatisan DIA dengan berbagai tembang lagu. Sejumlah artis cantik KDI juga tampil menggoda simpatisan DIA.


Lapangan Hertasning padat massa. Demikian sepanjang ruas jalan hertasning hingga pertigaan Jl AP Pettarani sesak massa DIA. Macet total hingga berjam-jam. (*)

Tuesday, August 27, 2013

Dugaan Korupsi Mobil Toko Rp 5,9 M Masih Diselidiki


Updated: Mon, 26 Aug 2013 19:31:04 GMT | By Tribun News Sulawesi News Feed
http://berita.plasa.msn.com/nasional/tribunnews/dugaan-korupsi-mobil-toko-rp-59-m-masih-diselidiki
Ketua Komisi B, Aerin Nizar dalam Diskusi Publik

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Muhajirin mengungkapkan, dugaan korupsi proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berupa mobil toko (Moko) Rp 5,9 miliar, masih dalam penyelidikan.
Pernyataan Muhajirin ini diungkapkan saat bergabung dalam diskusi publik Gabungan Aktivis Lintas Kampus (Galak) Kota Makassar di Waroeng Kopi (Warkop) Phoenam, Jl Boulevard, Makassar, Senin (26/8/2013).

Hadir dosen Fakultas Hukum Universitas 45 Makassar Prof Marwan Mas, Ketua Komisi B DPRD Sulsel Aerin Nizar, anggota Komisi A DPRD Sulsel Andi Irwan Patawari, Ketua PBHI Sulsel Wahidin Kamase, puluhan aktivis HMI cabang Makassar dan aktivis GalaK.

"Saya sebagai intel kejaksaan, bergabung dalam diskusi karena mendengar bahan diskusinya soal Moko. Saya sampaikan bahwa dugaan korupsi Moko masih kami selidiki sebelum kemudian dibuatkan surat perintah penyidikan," katanya kepada peserta diskusi.

Diskusi bertema "Jejak-jejak Moko" ini berlangsung kurang lebih dua jam. Puluhan aktivis menyoroti dugaan korupsi Disperindag Sulsel dari APBD Pemprov tahun anggaran 2011-2012. Total anggaran Moko yakni Rp 5,9 miliar untuk Moko yang kini mogok.

Marwan Mas, Habibi, Aerin Nizar, dan Irwan Patawari Soroti Moko

Senin, 26 Agustus 2013 21:34 WITA

Aerin Nizar, dalam Diskusi Publik tentang Moko

MAKASSAR,TRIBUN-Aktivis dan akademisi mendesak Kejaksaan Tinggi Sulselbar segera mengusut tuntas dugaan korupsi proyek Mobil Toko (Moko) Rp 5,9 Miliar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel.

Desakan saat diskusi publik Gabungan Aktivis Lintas Kampus (Galak) Kota Makassar di Waroeng Kopi (Warkop) Phoenam, Jl Boulevard, Makassar, Senin (26/8/2013).Hadir Intel Kejati Sulsel Muhajirin, dosen Fakultas Hukum Universitas 45 Makassar Prof Marwan Mas, Ketua Komisi B DPRD Sulsel Aerin Nizar, anggota Komisi A DPRD Sulsel Andi Irwan Patawari, Ketua PBHI Sulsel Wahidin Kamase, puluhan aktivis HMI cabang Makassar dan aktivis GalaK."Proyek Moko ini jelas gagal. Kejati saya kira sudah hafal mati unsur pidananya, bahwa korupsi bukan hanya anggarannya tapi perbuatannya. Selanjutnya, dana APBD untuk pengadaan Moko ini miliaran, mana tendernya? sesuai undang-undang, proyek Rp 100 juta ke atas itu harus ditender, apa kejati tidak melihat cela ini?," sorot Marwan Mas. Anggota Lembaga Hukum HMI Makassar, Habibi, mengatakan," proyek Moko mogok ini jelas merugikan negara, Kejati sebaiknya segera mengusut dugaan korupsi Moko ini," katanya.

Aerin Nizar, mengatakan, Disperindag Sulsel memakai APBD 2011 untuk pengadaan 45 unit Moko dan pada tahun 2012, Disperindag meminta anggaran APBD untuk pengadaan spare part pembuatan 50 unit Moko.Irwan Patawari, mengatakan, pengawasan proyek Moko oleh DPRD Sulsel lemah. "Hingga proyek ini pun mogok, dan RPJMD Sulsel ini memang selalu mandeg, bikin program mandeg, masalahnya lagi, Moko itu di luar RPJMD. Mestinya kejaksaan ini sudah dapat cela," kata Irwan Patawari.Mendengar desakan dan sorotan tersebut," tolong beri kami kesempatan untuk menyelidiki Moko ini Pak, informasi tadi akan tindaklanjuti, full data dan full baket. Sekarang ini kami masih penyelidikan, sebelum surat perintah penyidikan," kata Muhajirin. (*)
Penulis: Ilham
Editor: Ina Maharani

Thursday, August 15, 2013

Demokrat Optimis Dua Kursi di Dapil I Makassar

http://m.beritakotamakassar.com/index.php/politik/7575-demokrat-optimis-dua-kursi-di-dapil-i-makassar-.html

di Update oleh ronalyw  
Rabu, 14 Agustus 2013 06:00

MAKASSAR, BKM -- Partai Demokrat optimistis untuk meloloskan dua wakilnya ke DPRD Sulsel melalui daerah pemilihan (dapil) I Sulsel pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang. Optimistis itu didasarkan dari komposisi calegnya yang sangat baik dan mampu mendulang suara. Legislator Partai Demokrat Sulsel, Andi Hedrawati Barung, mengungkapkan, optimismenya itu didasari dengan kerja-kerja kader partai berlambang bintang mercy ini sejak lama dan sudah dirasakan oleh masyarakat. "Kerja-kerja kader sudah dirasakan dan mampu diterima oleh masyarakat," ujar Andi Hendrawati di ruang media center DPRD Sulsel, Selasa (13/8).
Menurut anggota Komisi D DPRD Sulsel hasil pengganti antar waktu (PAW) Adnan Purichta Ichsan ini, partai bentukan presiden SBY ini akan mampu mendulang suara seperti pada pemilu sebelumnya. "Insya Allah dengan kondisi seperti ini, Demokrat akan semakin besar," katanya. Dapil I Sulsel, Partai Demokrat  mengajukan sembilan caleg, diantaranya Andi Januar Jaury Dharwis, Syamsu Rizal, Andi Hendrawati Barung, Andi Erwin Maulana Nyompa, Taufiq Hidayat, Andi Endre Cecep Lantara, Amunah bachrun dan Larisman.
Sebelumnya, legislator Demokrat Aerin Nizar juga mengungkapkan optimismenya di dapil II Sulsel. Di dapil tersebut, Aerin yang kini masih tercatat sebagai Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini akan bersaing dengan wakil ketua DPRD Makassar Haidar Madjid, mantan bupati Tanatoraja Prof Dr TR Andi Lolo, Muh Abd Rahman, mantan politisi Golkar Andi Barlianti Hasan dan Hasbullah. "Kalau di dapil II Sulsel, kami juga sangat optimis," ujar Aerin. (rif/ams/b)

Friday, August 2, 2013

DPRD Minta Pengadaan Bibit Sapi Diperketat


KAMIS, 01 AGUSTUS 2013
http://koran.tempo.co/konten/2013/08/01/317615/DPRD-Minta-Pengadaan-Bibit-Sapi-Diperketat

MAKASSAR -- Ketua Komisi B Bidang Perekonomian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan Aerin Nizar meminta pengawasan terhadap pengadaan bibit sapi yang masuk dalam Gerakan Optimalisasi Sapi diperketat Sehingga program ini bisa terus berjalan dan memberi hasil optimal kata Aerin di Makassar Selasa lalu. 


Aerin menyampaikan permintaan ini dalam rapat bersama hasil pembahasan komisi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Senin lalu Menurut Aerin komisinya telah memeriksa bibit sapi yang telah disalurkan oleh Dinas Peternakan.

Friday, July 26, 2013

Politisi Perempuan Belajar Jurnalistik ke Australia

SMP.[003] [antara] Empat Gubernur Terima Penghargaan Pangan Nusantara, Gubernur Aceh? Lulus Baca Quran Syarat Masuk SMP Item Ganti Putra Aceh Jadi Ketua AJI Suara Almuslim Gelar Training Observasi Sosial dan Lingkungan Hidu
Politisi Perempuan Belajar Jurnalistik ke Australia
Selasa, 06 Desember 2011 00:00 WIB

Makassar - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Aerin Nizar, bersama tujuh politisi perempuan asal Indonesia mengikuti pendidikan jurnalistik di Australian National University, Australia dari 24 November hingga 1 Desember 2011. "Kita belajar menulis terus, termasuk menulis press release, menulis kalimat kunci, agar pesannya gampang diterima oleh media, agar nyambung," katanya di Makassar, Selasa. Menurut politisi Partai Demokrat ini, pintar menulis press release bagi kalangan politisi sangat penting agar pesan yang disampaikan kepada media mudah diterima karena memenuhi unsur-unsur jurnalistik yang menarik, aktual, dan mengalir. Selain menulis, Aerin bersama 20 peserta asal Asia Pasific, juga belajar menjadi nara sumber yang piawai menjawab pertanyaan dari wartawan khususnya reporter televisi. "Disana juga belajar interview, diajar wawancara dengan wartawan TV. Bagaimana kita harusnya menjawab pertanyaan wartawan TV," ucapnya.

 Aerin terpilih mengikuti pendidikan jurnalistik yang dikhususkan bagi anggota parlemen perempuan untuk mendukung proses demokrasi dan penguatan parlemen, yang dilaksanakan Centre for Democratic Institution's (CDI). "Hanya, yang selalu menjadi kendala peserta adalah kemampuan bahasa Inggris. Semua materinya menggunakan bahasa Inggris dan harus melakukan presentasi dalam bahasa Inggris, mungkin saya lolos karena kebetulan saya alumni S2 Universitas Australia dan telah menjadi anggota parlemen," ujarnya. Di Camberra, Aerin bersama peserta lainnya juga berkesempatan mengikuti kuliah di Parlemen Nasional Australia dengan pemateri anggota parlemen perempuan dari Partai Buruh dan Partai Liberal serta ketua KPU Australia. "Kami menjadi saksi peristiwa politik bersejarah pemerintahan Australia. Ketua DPR Australia mengundurkan diri setelah empat tahun memegang jabatannya, tak lama setelah kuliah akan dibuka," ucap Aerin yang duduk di komisi D bidang pembangunan DPRD Sulsel. Selain belajar jurnalistik, legislasi, demokrasi, Aerin selama di Australis mengikuti pendidikan kesetaraan gender yang katanya sudah diajarkan dari tingkat SD dan SMP.

Redaksi: redaksi@theglobejournal.com Informasi pemasangan iklan Hubungi: iklan@theglobejournal.com Telp. (0651) 741 4556 Fax. (0651) 755 7304 SMS. 0819 739 00 730 Share on facebook Share on twitter Share on email Share on gmail More Sharing Services 0 Komentar Anda