Thursday, April 21, 2011

Legislator Perempuan Dituntut Lebih Optimal

Legislator Perempuan Dituntut Lebih Optimal PDF Print

Thursday, 21 April 2011
MAKASSAR– Meski telah diatur, pemenuhan kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen belum terpenuhi. Karena itu, dari sejumlah legislator perempuan yang terpilih sebagai wakil rakyat, dituntut berperan lebih optimal.

Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Nuvida RAF mengatakan, kaum perempuan di parlemen harus mulai membangun kepercayaan publik bahwa mereka tidak kalah dengan kaum pria di panggung politik. Kepercayaan tersebut hanya dapat dibangun dengan menunjukkan kualitas mereka. Selain itu, legislator perempuan juga harus berperan aktif dalam setiap kebijakan publik. Dia menyarankan, perempuan harus berani tampil di depan publik, salah satunya dalam menuangkan ide-idenya di media massa.

“Mendatangi konstituennya dan meyakinkan bahwa perempuan bisa berbuat lebih baik.Menyampaikan bahwa hak perempuan akan diperjuangkan oleh perempuan,” kata alumni Slindres Women’s Studies Flinders University Australia Selatan ini, kemarin, berkaitan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini. Dia menilai,hak perempuan dalam bidang politik hingga saat ini belum optimal.

Salah satu kendalanya, kultur masyarakat belum memberikan kepercayaan penuh kepada perempuan untuk tampil di berbagai bidang. Padahal, sistem kuota 30% untuk perempuan di parlemen sudah diatur dalam perundang- undangan. “Sebuah kesempatan untuk memberi peluang kepada kaum perempuan. Kalau tidak ada kuota sulit juga. Masalahnya, perempuan tidak dipilih oleh perempuan karena belum percaya.Ini yang harus diubah,”kata dosen Unhas yang konsen dalam kajian perempuan ini.

Dia mengungkapkan,kemajuan belum merata karena masih banyak perempuan yang belum merasakan hasil pembangunan seperti pada suku-suku terpencil. Bahkan, mereka lebih banyak menjadi korban. “Perempuan yang sudah maju dan berpendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk memajukan perempuan yang lain,utamanya yang dilegislatif dengan cara mengesahkan Undang- Undang yang pro perempuan,” ujarnya. Sementara itu,menyambut Hari Kartini, kaukus perempuan DPRD Sulsel kompak memakai busana warna ungu dalam sidang paripuna, kemarin.

Delapan legislator perempuan yang hadir semunya tampil dengan busana ungu,seperti Tenri Olle Yasin Limpo,Andi Mariattang, Andi Tenri Muntu, Devi Santi Erawati, dan Rusni Kasman. Tenri, Mariattang, dan Devi paling mencolok karena juga menggunakan sarung batik bermotif ungu. Juru bicara Fraksi Partai Demokrat Aerin Nizar bahkan mengawali pemandangan umum fraksinya dengan memberikan semangat kepada kaum perempuan untuk kembali mengenang perjuangan RA Kartini.

Aerin tampil dengan kaos ungu yang dibalut jas pakaian sipil lengkap (PSL). Menurut dia,saatnya kaum perempuan lebih gigih dalam belajar, serta mengambil peranan yang lebih menonjol dalam berbagai bidang. Usai sidang paripurna, mereka menyempatkan diri foto bersama dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPRD Sulsel Muh Roem. Roem juga menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini, dengan harapan perempuan Indonesia lebih mapan dalam memainkan peranan dalam berbangsa dan bernegara.

Dia mengakui, kapasitas perempuan dalam politik dari masa ke masa semakin mengalami perubahan. Ibu muda yang sudah memiliki tiga anak ini mengaku, dalam pengambilan keputusan, justru perempuan jauh lebih selektif dan detail memperhatikan segala sesuatunya. “Jumlah kami memang belum banyak bila dibandingkan laki-laki, tapi itu tidak menjadi kendala bagi kami untuk memperjuangkan kepentingan perempuan, ”jelasnya. Para anggota DPRD Makassar khususnya kalangan perempuan juga menyambut peringatan Hari Kartini dengan harapan bisa memaksimalkan peran perempuan.

Di DPRD Makassar, kaum perempuan diwakili tujuh anggota pada periode 2009-2014. Ke tujuh perempuan tersebut, di antaranya Nurmiyati, Kartini A Galung, Erna Amin, Shinta Molina, Sri Rahmi, Muhdina Muin, dan Rahmatika. Politikus Partai Hanura Nurmiati berharap tahun depan kursi politisi perempuan di DPRD Makassar bisa bertambah. Menurut dia, perempuan juga memiliki hak untuk berpolitik sama seperti laki-laki.

Hanya saja, jika sudah berada di panggung politik, perempuan tidak bisa melepas tanggung jawabnya untuk mengurus keluarga. “Sesibuk apa pun kita, keluarga tetap yang utama,”katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh Kartini Galung. Politikus Partai Gerindra ini juga tergolong baru di dunia politik. Keberadaannya di DPRD Makassar untuk mewakili aspirasi masyarakat menjadikan pengalaman tersendiri baginya.

Bergelut di dunia politik bagi seorang perempuan dianggapnya bukan hal yang sangat sulit tetapi juga tidak mudah sebab banyak tantangan yang harus dihadapi. Apalagi jika menyangkut masalah memperjuangkan hak rakyat. Menurut Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar ini,di Sulsel ini sudah banyak perempuan yang sukses di dunia politik baik dari tingkat daerah maupun nasional. Hal itu menunjukkan bahwa perempuan Sulsel tidak ketinggalan.

Atas dasar itulah Kartini tidak pantang menyerah, sebaliknya terus berharap perempuan yang telah sukses didunia politik bisa memotivasi perempuan dari daerahnya. Di tempat terpisah, tokoh perempuan Sulsel,Prof Dr Masrurah Mokhtar memberikan makna tersendiri pada peringatan Hari Kartini.Menurut Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini, sudah saatnya perempuan Indonesia lebih mandiri dan tidak selalu bergantung laki-laki atau suami.

Selain itu, melalui peringatan Hari Kartini ini,dia menyerukan agar perempuan tidak selalu minta dikasihani. “Saatnya sekarang perempuan mandiri, jangan selalu bergantung pada laki-laki atau suami, jangan selalu minta dikasihani. Saatnya sekarang berkompetisi dengan laki-laki dalam hak kepemimpinan,perpolitikan, dan pendidikan,” ujarnya. Terpisah,Kordinator Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel Zohra A Baso menilai Pemrov Sulsel belum konsisten membangun komitmen kepedulian terhadap peran perempuan di daerah ini.

Dia menyatakan,rendahnya kepedulian tersebut terlihat pada tingkat kekerasan terhadap perempuan, termasuk angka buta huruf yang masih tinggi.“Pada peringatan Hari Kartini ini, saya menuntut komitmen negara dalam hal ini pemerintah baik skala nasional dan Sulsel konsisten terkait aturan-atutan yang terkait keadilan dan kesetaraan gender, ”katanya. Selain Pemprov Sulsel,legislator di daerah ini juga harus mendorong kepeduliannya terhadap kaum perempuan yakni melalui kebijakan publik yang properempuan. andi amriani/suwarny dammar/syamsu rizal/ant http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/394218/

Wednesday, April 20, 2011

Empat Ranperda Sulsel Mulus di Paripurna Awal

 http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26923/empat-ranperda-sulsel-mulus-di-paripurna-awal

Empat Ranperda Sulsel Mulus di Paripurna Awal

Makassar (ANTARA News) - Pembahasan empat rancangan peraturan daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung mulus dalam sidang paripurna pertama dengan agenda mendengarkan pemandangan umum fraksi maupun pandangan gubernur terhadap ranperda inisiatif DPRD.

Dalam sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD Sulsel, Rabu, Sembilan fraksi yang ada menyatakan setuju dua ranperda usul eksekutif tentang perubahan Perda tentang organisasi perangkat daerah dan ranperda pengelolaan tambang mineral dan batu bara sepakat dilanjutkan dibahas di tingkat selanjutnya.

Demikian juga dengan gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mendukung penuh dua prakarsa DPRD yakni ranperda tentang pengaturan TV kabel dan ranperda penanggulangan muatan kendaraan dijalan raya sepakat dilanjutkan di tingkat pansus.

Fraksi Demokrat dengan juru bicara Aerin Nizar, menanggapi ranperda tentang perubahan perda tentang organisasi perangkat daerah khusunya perubahan RSUD Haji dari UPTD menjadi SKPD.
Ia meminta agar sebelum perubahan dilakukan, Pemprov Sulsel terlebih dahulu menyiapkan Instalasi Pengolahan Limba (IPL), Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang layak, serta pembentukan tim komite etik hukum.

Jika itu tidak dipenuhi, Fraksi Demokrat mempertanyakan keseriusan Pemprov dalam pemberian pelayanan kesehatan.

Selain itu, masih ranperda yang sama, Fraksi Demokrat juga berpedapat Pelayanan Terpadu Satu Pintu lebih tepat menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Sementara Fraksi PKS dengan juru bicara, Jafar Sodding, mempertanyakan perubahan struktur yang diajukan mampu mendukung pencapaian kinerja sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Menegah Daerah (RPJMD) Sulsel 2008-2013.

"Apakah perubahan organisasi yang diajukan, tidak akan membebani belanja tidak langsung, khususnya belanja pegawai," katanya.

Menurut hemat Fraksi PKS, seharusnya anggaran tersebut dimaksimalkan untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (T.KR-AAT/S019)

Legislator Perempuan Kompak di Hari Kartini

Legislator Perempuan Kompak Di Hari Kartini

Ditulis pada 20-04-2011 20:36:55 WIB
http://www.phinisinews.com/read/2011/4/20/2221-legislator_perempuan_kompak_di_hari_kartini

Makassar (Phinisinews) - Legislator perempuan yang bergabung dalam kaukus perempuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan kompak memakai busana warna ungu di peringatan Hari Kartini saat sidang paripuna di Makassar, Rabu.

Delapan legislator perempuan yang hadir dalam sidang paripurna tersebut semunya tampil dengan busana ungu, misalnya, Tenri Olle Yasin Limpo, Andi Mariattang, Andi Tenri Muntu, Devi Santi Erawati, dan Rusni Kasman menggunakan jilbab ungu.

Tenri, Mariattang, dan Devi paling mencolok karena juga menggunakan sarung batik bermotif ungu.
Juru bicara Fraksi Demokrat Aerin Nizar mengawali pemandangan umum fraksinya memberikan spirit kepada kaum perempuan untuk kembali mengenang perjuangan RA Kartini.
Aerin sendiri tampil dengan kaos ungu yang dibalut jas pakaian sipil lengkap (PSL).

Kata dia, saatnya kaum perempuan lebih gigih dalam belajar, serta mengambil peranan yang lebih menonjol dalam berbagai bidang.

Usai sidang paripurna, legislator perempuan ini menyempatkan diri foto bersama dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPRD Sulsel, Muh Roem.

Roem sendiri secara resmi dalam sidang paripurna menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini, dengan harapan perempuan Indonesia lebih mapan dalam memainkan peranan dalam berbangsa dan bernegara.

Demikian juga dengan juru bicara Fraksi Ummat, Anwar Sadad Bin Abdul Malik mengakhiri pemandangan umumnya dengan sebuah hadist Nabu Muhammad SAW tentang perempuan.

Ia mengajak kepada perempuan Indonesia agar mencontoh sikap istri Nabi Muhammad SAW yang dinilai sebagai perempuan permberi teladan terbaik.
(Sumber: PhinisiNews/Ant)


Dibaca (66) 

Friday, April 8, 2011

Ratusan Calhaj Mengaku Ditipu KBIH

Ratusan Calhaj Mengaku Ditipu KBIH
http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2240:ratusan-calhaj-mengaku-ditipu-kbih&catid=44:info-terkini&Itemid=139

Ratusan Calhaj Mengaku Ditipu KBIH


MAKASSAR – Calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Pinrang mengadukan Direktur Utama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Miftahul Khair berinisial Ham ke DPRD Sulsel,kemarin.

Mereka mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan KBIH tersebut. Koordinator Calhaj Pinrang Burhan mengatakan, tercatat ada 183 calhaj yang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp4,1 miliar.Jumlah itu diasumsikan dengan besaran setiap dana yang disetor setiap calhaj berkisar Rp22 juta hingga Rp23 juta. Jumlah itu khusus calhaj yang telah menyetordananya pada2008-2009. “Kami sangat dirugikan, sebab janji pemberangkatan pada tahun lalu batal tanpa alasan jelas.

Kemudian tahun ini setelah bosan dijanjikan, calhaj ingin meminta dananya dikembalikan. Namun,Ham tidak bersikapkooperatif,” ujarnya saatmenyampaikan aspirasi di ruang Fraksi Demokrat Sulsel, kemarin. Sejumlahcalhajyangtertipu ini rata-rata pendaftarannya dititipkan melalui daerah lain di Pulau Jawa, seperti Bekasi, Cianjur,Solo,Garut,Sukabumi.

Bahkan, sebagian dari mereka sudah menerima nomor porsi sebagai tanda sudah terdaftar sebagai calhaj reguler. Dalam melakukan aksinya, Ham selalu mengatasnamakan lembaga ternama dan memperlihatkan video promosi yang berisi kesuksesannya memberangkatkan calhaj ke Tanah Suci. Murni,salah seorang calhaj lain, mengaku tergiur memilih KBIH Miftahul Khair karena menawarkan pemberangkatan lewat provinsi lain.

Apalagi Murni mengetahui untuk lewat jalur Provinsi Sulsel harus menunggu waktu hingga belasan tahun. “Saya sudah setengah mati kumpulkan uang itu untuk naik haji. Giliran sudah siap, ternyata batal. Kemudian ketika mau diminta kembali, justru dana itu sulit dicairkan dengan alasan sudah tidak terdaftar lagi di rekening bank,” tuturnya, sambil memperlihatkan bukti setoran dana ONH di Bank Syariah Mandiri Kantor Kas Bekasi Timur Ruko Kalmas Blok C-5 beserta nomor porsi yang diberikan Ham.

Ketua Fraksi Demokrat Ni’matullan bersama Sekretaris Fraksi Demokrat Aerin Nizar,berjanji akan menuntaskan masalah ini. Bahkan, dua legislator ini dalam waktu dekat akan menemui Kanwil Haji Sulsel.“Saya akan mengawal persoalan ini, baik melalui institusi DPRD maupun posisi saya sebagai politisi,” paparnya.

Kuasa hukum calhaj asal Pinrang M Rusydi menegaskan, telah melayangkan somasi kepada Ham.Dia mengatakan, setelah melakukan penelusuran di Kementerian Agama (Kemenag) dan Kanwil Haji Sulsel, ternyata nomor registrasi KBIH ini tidak terdaftar. SI-suwarny dammar

Saturday, March 26, 2011

Sempat Memboyong Keluarga Ke Australia

Home » Makassar Weekend » Yang Lain
http://www.fajar.co.id/read-20110325214535-sempat-memboyong-keluarga-ke-australia 

Sabtu, 26 Maret 2011 | 21:45:35 WITA | 546 HITS

Sempat Memboyong Keluarga ke Australia


Mencintai Rumah, Menjauhi Sifat Konsumtif

Home » Makassar Weekend » Yang Lain

Sabtu, 26 Maret 2011 | 21:47:12 WITA | 589 HITS
 
Mencintai Rumah, Menjauhi Sifat Konsumtif
http://www.fajar.co.id/read-20110325214712-mencintai-rumah-menjauhi-sifat-konsumtif

Demokrat Sulsel Bentuk 24 Korkab

Demokrat Sulsel Bentuk 24 Korkab











http://demokratsulsel.com/berita/58-demokrat-sulsel-bentuk-24-korkab

DPD Demokrat Sulsel mulai mengintensifkan konsolidasi organisasi dengan membentuk 24 koordinator kabupaten/koordinator kota (korkab/korta).Setiap koordinator itu bertugas membantu pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) dan mem-back up DPC dalam melaksanakan program dalam menghadapi sejumlah momen politik di Sulsel.

Rencananya, para korkab/korta akan ditetapkan pada bulan ini. "Keberadaan koordinator ini sifatnya permanen.Korkab dan korta akan dijabat oleh pengurus DPD Demokrat Sulsel atau pengurus DPC yang memiliki integritas dan membesarkan partai," jelas Direktur Eksekutif DPD Demokrat Sulsel Sukman Baharuddin, kemarin.

Sukman menjelaskan, para korkab/korta itu wajib melaporkan segala perkembangan DPC secara intens ke masingmasing koordinator daerah (korda).Korda bertanggung jawab langsung terhadap Ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin. "Jumlah korda yang dibentuk menyesuaikan jumlah daerah pemilihan (dapil) yakni sebanyak tujuh orang.Setiap korda akan dibantu oleh sekretaris," urainya.

Wilayah korda yang akan yakni Korda I meliputi Makassar, Korda II (Gowa, Takalar, dan Jeneponto),Korda III (Bantaeng, Bulukumba,Sinjai,Selayar), Korda IV (Maros, Pangkep, Barru,Parepare),Korda V (Bone, Soppeng,Wajo),Korda VI (Sidrap,Pinrang, Enrekang, Tana Toraja), dan Korda VII yang meliputi Luwu, Palopo, Luwu Utara,dan Luwu Timur. "Kader yang berpeluang menjadi korda, kemungkinan besar dari pengurus DPD provinsi kecuali untuk jabatan ketua.

Dengan adanya korda dan korkab/korta ini akan memudahkan dalam berkoordinasi dengan pengurus DPD Demokrat Sulsel,"tandas mantan politisi Golkar Sulsel ini. Informasi yang diperoleh SINDO, para kader yang menguat jabatan korda didominasi legislator Fraksi Demokrat DPRD Sulsel. Antara lain Andry S Arief Bulu,Irwan Patawari, Ni'matullah,A Januar Jaury, Aerin Nizar, dan Yusa Rasyid Ali. Selain itu, sejumlah eks calon bupati dan wakil bupati turut diplot untuk menjadi korda maupun korkab/korta seperti A Maddusila A Idjo, Sulham Hasan, dan Victor Datuan Batara.

Ketua Divisi Publik Daerah DPD Demokrat Sulsel Syamsu Rizal yang dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, penyusunan korda dan korkab/korta merupakan salah satu agenda utama dalam konsolidasi organisasi." Kami sudah membentuk Desk Konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Ni'matullah. Desk ini akan dibantu oleh lima tim kerja, termasuk dalam hal penyusunan korda," jelasnya. Ketua PMI Makassar ini menambahkan, semua kader memiliki peluang yang sama untuk menjadi korda maupun korkab/korta.

Dengan catatan, para kader yang berkeinginan menjabat posisi itu wajib melalui uji kelayakan dan kepatutan. "Semua ada tahapan yang harus dilalui demi mengetahui visi misi ketika ia akan menjabat sebagai korda," ujar mantan politisi PDK Sulsel ini. Para korda dan korkab/kota dijadwalkan akan mulai bekerja pada awal April mendatang sekaitan dengan agenda pelaksanaan muscab di 24 kabupaten/ kota. Daerah yang paling pertama melaksanakan muscab yakni Gowa dan diakhiri di Kota Makassar.Muscab ditargetkan rampung pada bulan Juli dan dilanjutkan dengan musyawarah anak cabang (musancab).SI-mulyadi abdillah.

Keluarga Aerin Nizar - Andi Nasrun Tahir

Home » Makassar Weekend » Yang Lain

Sabtu, 26 Maret 2011 | 21:51:16 WITA | 1271 HITS
Keluarga Andi Nasrun-Aerin Nizar

Konsep Kerja Sama Mengakali Kesibukan



Apalagi, sang suami, Andi Nasrun Tahir, juga tak kalah sibuknya bergelut sebagai wiraswasta. Otomatis, waktu luang untuk ketiga anak pasangan beda usia lima tahun ini hanya ada di akhir pekan atau hari libur.

Aerin paham benar statusnya saat ini. Sebagai anggota dewan, dia dituntut untuk loyal terhadap pekerjaannya. Namun, sebagai ibu dari tiga anak, dia juga tak boleh lupa dengan kehidupan keluarga yang dibangunnya bersama Nasrun. Belum lagi Aerin juga sedang menyelesaikan kuliah pasca sarjana program doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin.

“Saya sekarang memiliki tiga peran yang dijalankan sekaligus dalam sehari. Bekerja, kuliah, dan sebagai ibu rumah tangga. Tapi tetap harus dijalankan dengan sebaik mungkin tanpa ada yang harus dikorbankan,” kata Aerin.

Disinilah peran Nasrun sebagai suami. Aerin merasa sangat terbantu dengan peranan sang suami saat dirinya dikejar deadline harus menyelesaikan tugas kuliah. Tanpa harus diberitahu, Nasrun segera mengambil alih tugas rumah tangga, terutama saat mengasuh anak.

“Dua anak saya masih balita. Mereka butuh perhatian dari orang tuanya. Jadi, kalau malam hari, saat saya sedang ada tugas kampus, suami sudah paham. Anak-anak segera diajak main di tempat lain supaya saya bisa konsentrasi mengerjakan tugas,” tambah anggota komisi D DPRD Sulsel ini.

Begitupun sebaliknya. Jika sang suami sedang banyak kesibukan dengan pekerjaan, maka Aerin yang mengurus rumah tangga. Tak lupa ia selalu menyempatkan diri memasak untuk keluarga.

Senangnya, sejak dulu Aerin memang hobi masak. Mulai dari lasagna, schotel, hingga aneka masakan Jepang. Atau, secara bergantian mereka menyiapakan sarapan sebelum memulai aktivitas di pagi hari.

“Dari awal kami punya konsep tersendiri untuk membangun keluarga. Pekerjaan rumah tangga dilakukan bersama. Bukan dominan dikerjakan oleh istri, tapi suami juga ikut berperan. Sebab yang menjalankan rumah tangga adalah pasangan suami istri,” tegas Aerin.

Nasrun mengatakan, meski sibuk ia tetap menyisihkan waktu untuk bermain dengan anak-anak. Sekali waktu ia mengajak anak ke kantor. “Soalnya kantor saya dekat dengan sekolahnya Toriq. Jadi dia bisa main-main ke kantor bapaknya. Kalau Ershad, malah tidak mau tidur kalau tidak sama saya,” paparnya. (yuk)

Thursday, March 24, 2011

Wakil Bupati-Eks Cabup Bertengger di Korda Demokrat

http://makassar.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/03/23/wakil-bupati-eks-cabup-bertengger-di-korda-demokrat 

Wakil Bupati-Eks Cabup Bertengger di Korda Demokrat


Kamis, 24 Maret 2011 04:51 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -  Ketua DPD Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin resmi meneken surat keputusan (SK) penunjukan korda se-Sulsel. Berbeda dari rancangan sebelumnya, susunan korda yang dibagi atas tujuh wilayah sesuai daerah pemilihan (dapil) di Sulsel mengikuti susunan struktur organisasi. Di jajaran korda terdiri dari ketua, sekretaris, dan anggota. Di bawah korda dibentuk lagi semacam biro per kabupaten/ kota yang akan menjadi koordinator kabupaten (korkab).

Sekretaris Demokrat Sulsel, Irwan Patawari, Rabu (23/3) malam, menjelaskan, susunan korda itu sudah merujuk aturan internal partai Demokrat. "Sudah di SK-kan kemarin Selasa (22/3/2011) terdiri dari ketua, sekretaris, dan anggota. Anggaran dasarnya mengatur begitu," jelasnya menambahkan.

Berdasarkan salinan pengurus yang diterima Tribun, malam ini, hampir seluruh wakil bupati dan mantan calon bupati/ wakil bupati yang bergabung ke Demokrat bertengger dijajaran korda maupun biro korda.

Mantan calon Bupati Pangkep, Taufik Fachruddin, menjabat sebagai Ketua Korda 4 (Maros, Pangkep, Barru, Parepare). Sedangkan, mantan calon Bupati Soppeng yang juga mantan Asisten II Pemprov Sulsel Sulham Hasan dipercaya sebagai Ketua Korda Korda 5 (Bone, Soppeng, Wajo).

Terpisah, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rijal, mengaku, korda dan korkab yang sudah dibentuk akan dibekali dengan pemahaman utuh mengenai Partai Demokrat dalam bentuk workshop atau coatcing clinik yang ditargetkan tuntas pekan ketiga Maret ini.
Berikut susunan lengkap Korda Demokrat se-Sulsel:

Susunan lengkap korda:
* Korda 1 Makassar: Januar Jaury Darwis (ketua), Aerin Nizar (sekretaris), Asrun Tukan, Endong Patompo, Soewarno Sudirman, Idris Manggabarani, Barlianti Basan, Fadriati Asmaun, Susuman Halim, Nuryanto Liwang (anggota)

* Korda 2 (Gowa, Takalar, Jeneponto): Ramli Haba (ketua), Jamaluddin Rustam (sekretaris), Sewang Thamal (anggota)
- Biro Gowa: Maddusila Idjo (ketua), Hasman Usman (sekretaris), Cecep Setiawan (anggota)
- Biro Takalar: Japri Timbo (ketua), Syarifuddin Borahima (sekretaris), Muh Akib (anggota)
- Biro Jeneponto: Bachtiar Kusuma(ketua), Muh Ajis Baso (sekretaris), Ikhram Ishak Iskandar (anggota)

* Korda 3 (Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Sinjai): Kahar Kantao (ketua), Syamsu Rizal MI (sekretaris), Syahrir Cakkari (anggota)
- Biro Bantaeng: Sahlan Sultan (ketua), Alim Bahri (sekretaris), Amir Bakhriadi (anggota)
- Biro Bulukumba: Sumirlan (ketua), A Indah Indra Ria (sekretaris), Mulyadi Mursalim (anggota)
- Biro Selayar: Andi Agus (ketua), Junaedy Faisal (sekretaris), Bakri Aladin (anggota)
- Biro Sinjai: Idham Ardiansyah (ketua), Zulkarnain Paturuni (sekretaris), Hermansyah (anggota)

* Korda 4 (Maros, Pangkep, Barru, Parepare): Taufiq Fakhruddin (ketua), Akbar Endra (sekretaris), Andi Thamzil (anggota)
- Biro Maros: Amirullah Nur (ketua), Sri Rejeki Vermeulen (sekretaris), Sadik Syarif (anggota)
- Pangkep: A Surya Agraria (ketua), Alfian Pawawo (sekretaris), Rahmat Syamsu Alam (anggota)
- Barru: A Kamrir Mallongi (ketua), Munafri Arifuddin (sekretaris), Herlina Noor (anggota)
- Parepare: Ardiani Rasyid (ketua), Ridwan Jabir (sekretaris), Rahmat Syamsu Alam (anggota)

* Korda 5 (Bone, Soppeng, Wajo): A Suham Hasan (ketua), Abd Hafied JS (sekretaris), Amir Machmud (anggota)
- Biro Bone: M Said Pabokori (ketua), Untung Siradju (sekretaris), Selle KS Dalle (anggota)
- Biro Soppeng: Aris Muhammadia (ketua), Haeruddin Tahang (sekretaris), Supriansyah (anggota)
- Biro Wajo: A Asriadi Mayang (ketua), Satria Majis (sekretaris), Ambo Enre (anggota)

* Korda 6 (Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja, Torut): Nupri Basri (ketua), Rivai Manna (sekretaris), Djasmuddin (anggota)
- Biro Sidrap: Andi Insan (ketua), Suwarno Wawo (sekretaris), Djulianto (anggota)
- Pinrang: Irwan Hamid (ketua), Latunggu Mustafa (sekretaris), Karya Hasanuddin (anggota)
- Enrekang: Misriani Ilyas (ketua), Ardiansyah (sekretaris), Akhram Rifai (anggota)
- Toraja: Victor Datuan Batara (ketua), Mozes Patadungan (sekretaris), Lucy Palulungan (anggota)
- Torut: Danial Rendeng (ketua), Surya Boby (sekretaris), Rosa Yohana (anggota)

*Korda 7 (Luwu, Palopo, Lutra, Lutim): Yusa R Ali (ketua), Aris Pangerang (sekretaris), Hidayat Hafied (anggota)
- Biro Luwu: A Baso Gani (ketua), Ikrar Idrus (sekretaris), Rakhmad Topawali (anggota)
- Palopo: Hidayat Nurthalib (ketua), Edy Maiseng (sekretaris), Ridwan Fattah (anggota)
- Lutra: A Machmud Rompegading (ketua), M Syafii Hasan (sekretaris), Annas Boceng (anggota)
- Lutim: Saldy Mansyur (ketua), Isra Rauf Basyuri (sekretaris), Hasna Alang (anggota). (*)

Penulis : aqsa
Editor : muhammadirham

Kandidat Ketua DPC Diplot Pimpin Biro

Home » Politik
http://www.fajar.co.id/read-20110324000207-kandidat-ketua-dpc-diplot-pimpin-biro

Kamis, 24 Maret 2011 | 00:02:06 WITA | 797 HITS

Kandidat Ketua DPC Diplot Pimpin Biro



Dua wabup yang menjadi ketua biro yakni wabup Soppeng, M Aris Muhammadiah dan wabup Bone, Andi Said Pabokori. Sedangkan dua mantan wabup yakni Saldy Mansyur (Lutim) dan HM Kamrir Dg Mallongi (Barru).

Melihat susunan struktur biro, sepertinya itu menjadi gambaran awal hasil muscab Demokrat di 24 kabupaten. Pasalnya, nama-nama yang menjadi ketua biro, sebagian besar adalah mereka yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk memimpin Demokrat di daerahnya.

Selain dua wabup dan mantan wabup juga ada nama Victor Datuan Batara (Tator), Maddusila Andi Idjo (Gowa), H Andi Asriadi Mayang (Wajo), Andi Ihsan (Sidrap), serta Irwan Hamid (Pinrang). Hanya saja, Ketua Bidang Publikasi Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal yang membeberkan nama-nama Korda dan Struktur Biro tak memberi tanggapan saat ditanya soal hal ini.

Sementara itu, untuk Korda, Rizal menyebut tidak ada perubahan dari nama-nama yang selama ini muncul di media. Untuk Korda 1 Makassar, diketuai Andi Januar Jaury Darwis. Sekretarisnya adalah Aerin Nizar. Di Korda 2 meliputi Gowa, Takalar, Jeneponto, ketuanya Ramli Haba. Korda 3 yang meliputi Bantaeng, Bulukumba, Selayar, serta Sinjai diketuai Kahar Kantao dengan Sekretaris Syamsu Rizal. Di Korda 4 meliputi Maros, Pangkep, Barru, serta Parepare Taufiq Fahruddin ditunjuk sebagai ketua.

H. Andi Sulham Hasan memimpin Korda 5 meliputi Bone, Soppeng, dan Wajo. Sementara Korda 6 untuk wilayah Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tator, dan Toraja Utara diketuai H Nupri Basri. (Selengkapnya lihat grafis). 

Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel, Andry Arief Bulu di gedung DPRD Sulsel mengatakan, Korda ini bertugas menyusun jadwal muscab, musyawarah pimpinan anak cabang, serta musyawarah ranting. "Mereka juga bertugas menyiapkan syarat ketua," kata Wakil Ketua DPRD Sulsel tersebut. (amr)